Selasa, 07 Mei 2013

Fenomena Musik Angkot




Fenomena musik angkot memang menjadi bahasan yang menarik diberbagai kalangan ataupun diberbagai tempat. Hal ini merupakan musik sangatlah akrab  dengan masyrakat. Di berbagai kesempatan akan ada yang namanya musik. Oleh karena itulah musik sudah menjadi bagian dari hidup masyarakat bagi sebagain besar kalangan. Apalagi berbicara tentang musik di kota Padang. Di Padang, musik sangatlah fenomenal dan akrab di telinga sebagian besar masyarakat yang ada di kota Padang. Tentu saja musik banyak di dengar di Pasar, di sekolah, tempat umum dan tak terkecuali di angkot ataupun di bus kota.
Sebagian besar angkutan umum (angkot) di kota Padang saat ini bermusik. Dan musiknya  yang diputar di angkot ini sangatlah keras. Bisa disaksikan hanya sebagian kecil angkot yang tidak memakai musik. Entah kenapa, angkot di kota Padang ini lain dari pada angkot yang berada di kota lain. Dapat dilihat bahwa angkot yang ada di kota lain itu tidak bermusik, kalupun ada itu hanya sebagian kecil dan itupun tidak diperdengarkan dengan keras seperti di club.
Adanya musik keras yang diperdengarkan di angkot tentu saja berefek negatif bagi penumpang yang naik di angkot tersebut. Mungkin saja maksud dari supir yang memutar musik dengan keras itu punya tujuan lain seperti menghibur penumpangnya ataupun juga untuk menarik perhatian penumpang untuk naik ke angkotnya. Tentu saja, tujuan supir angkot itu tidak ada salahnya akan tetapi itu sangat berefek terhadap penumpangnya. Hal ini dikarenakan banyaknya penumpang angkot yang ada di kota padang mengeluh “ ondeh, kareh bana musiknyo pakak jadinyo kalau mode iko mah” ucap penumpang yang sering kali terdengar di dalam angkot. Hal ini kerap di dengar di dalam angkot ataupun di luar angkot.
Perihal musik yang di putar dengan keras ini tak hanya sampai disitu saja, penumpang agkot juga mengeluh karena pusing mendengarkan musik yang keras di angkot. Apalagi musik barat atau disco yang tidak tahu artinya namun bernyanyi dengan kerasnya. Pusing mendengarkan musik selepas turun dari angkot ini tentu saja juga akrab di tengah-tengah masyarakat di kota Padang. Hal ini kerap terjadi ketika penumpang berada di alam angkot itu dalam waktu yang lama. Tentu saja, rasa pusing karena pikiran yang kacau oleh musik ini terjadi.
Hal ini tentu saja mengangu kesehatan penumpang angkot. Bukan hanya masalah pusing namun juga gangguan pendengaran. Musik keras ini tentu saja bukan sembarangan keras, bahkan untuk mengangkat telfon saja akan sulit di dengar lawan bicara karena saking kerasnya musik itu di putar oleh supir angkot tersebut. Dalam segi kesehatanpun musik keras seperti ini tentu saja sangat berpengaruh terhadap jiwa seseorang. Menurut penelitian musik keras dan tidak teratur yang di dengar oleh seseorang akan berpengaruh terhadap perilaku dan juga psikis seseorang. Hal ini di sebabkan apa yang di dengar maka akan tersimpan di memori otak. Hal ini dapat kita buktikan,  jika kita mendengarkan musik baik di suatu tempat, mka tanpa di sadari lagu yang di putar akan hapal dengan sendirinya. Walaupun kita tidak bermaksud untuk menghafal lirik lagu tersebut maka dengan sendirinya maka keluarlah lirik-lirik lagu yang di dengar. Nah, yang menjadi permasalahan apakah lirik lagu itu positif. Jika negatif maka ini tentu saja menanamkan mental dan pikiran yang negatif bagi masyarakat kota Padang. Dan untuk mencapai visi dan misi pemerintah kota Padang untuk mewujudkan masyarakat yang religius tentu saja akan musnah karena yang seharusnya di hafal oleh masyarakat ataupun generasi penerus di kota Padang bukan lagi Alquran akan tetapi lirik lagu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar